Wednesday, 8 March 2017

Happy women's day

Hari wanita internasional ini muncul karena adanya tekanan dari pihak laki-laki yang merendahkan kaum perempuan. Seandainya saja semua laki-laki di dunia ini bisa menghargai wanita sebagaimana mestinya, ku pikir, hari ini tidak perlu ada.

Sebagaimana yang dilakukan oleh suamiku. Seorang laki-laki yang begitu menghargai perempuan. Tak mampu aku membayangkan akan seperti apa aku tanpa dia. Aku yang rapuh, manja, banyak mengeluh, sambat, dan sering protes ini, dengan begitu super sabarnya dibimbing dan disayang.

Suamiku luar biasa...
Dia tidak seperti lelaki kebanyakan yang manja, tidak bisa pisah dari istrinya, banyak yang mengorbankan hak istrinya (karir, keluarga, bahkan harta istri) demi kepuasan suami. Dia berlaku yang sebaliknya. 
Dia yang selalu mengingatkan aku untuk sabar padahal disaat yang bersamaan diapun sedang berusaha untuk sabar.
Dia yang selalu mendukung sepenuhnya dan meridhoi jalan karir istrinya, meskipun aku tahu dia pun sudah banyak berkorban. 
Dia yang begitu tegar dan menegarkan saat melihat kehidupan orang lain yang bisa berkumpul dengan keluarganya sambil menjalani PhD. 
Dia bilang, PhD itu berjuang, bukan enak-enakan.
Tak semua pria bisa begitu.

Saya paham betul beratnya menjadi wanita, diapun begitu. Karena dia paham betul bahwa menjadi wanita itu berat, maka selalu dengan senang hati membantu saya yang terlalu sering meminta, saya yakin pria pun tak mampu menanggung beban berat wanita. 

Maka di hari wanita ini, sebagai wanita, aku ingin memberi penghargaan kepada suamiku, sebagai sosok disamping wanita yang membuat aku (terlihat) kuat. 

Adek sayang ayah..